SEJARAH
GBC
Awal Berdirinya GBC
2025
GBC memasuki masa transisi akibat perpindahan lokasi dari gedung sebelumnya di SMESCO / SME Tower (yang kini menjadi Gedung Kementerian UMKM Indonesia), sekaligus mempersiapkan perubahan nama dan lokasi baru sebagai langkah pengembangan organisasi ke tahap berikutnya.
2020–2024
GBC secara rutin menyelenggarakan program tahunan Business Model Competition yang melibatkan peserta dari Korea Selatan, Indonesia, dan ASEAN, serta bekerja sama dengan berbagai lembaga, institusi, venture capital, dan accelerator.
2017
Small and Medium Business Administration (SMBA) Korea bertransformasi menjadi Ministry of SMEs and Startups (MSS), memperkuat dukungan kebijakan dan inovasi bagi UMKM dan startup di Indonesia melalui GBC.
2015–2016
GBC memperluas jangkauan program pengembangan UMKM dan startup serta memperkuat kolaborasi teknologi di tingkat ASEAN.
2014
ASEM SMEs Eco-Innovation Center (ASEIC) secara resmi ditunjuk untuk mengoperasikan GBC berdasarkan mandat dari Ministry of SMEs and Startups (MSS) Korea (sebelumnya SMBA) dan KemenKop UKM RI.
2013
GBC mulai mengembangkan program inkubasi bisnis, pelatihan, dan kolaborasi teknologi bagi UMKM dan startup.
2012
GBC mulai beroperasi dengan menjalankan program transfer teknologi, konsultasi bisnis, dan pendampingan UKM berbasis ekonomi hijau.
2011
Pada 29 Juli 2011, KemenKop UKM RI dan SMBA Korea memperbarui MoU kerja sama teknologi sebagai landasan resmi pendirian Green Business Center (GBC) Indonesia untuk mendukung pengembangan UKM berbasis inovasi dan industri hijau.
2010
Pada 7 Mei 2010, KemenKop UKM RI dan SMBA Korea memperkuat kerja sama melalui perjanjian implementasi teknologi dengan fokus pada industri hijau dan peningkatan kapasitas UKM.
2006
Pada 21 Mei 2006, Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia (KemenKop UKM RI) dan Small and Medium Business Administration (SMBA) Korea Selatan menandatangani MoU kerja sama teknologi untuk pengembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
